Category: A. Thoharoh
-
KELAMIN BUATAN MANUSIA
Pertanyaan: Apakah bertemunya kelamin palsu itu mewajibkan mandi ? Dan bagaimana jika di sentuh dengan telapak tanganya orang yang mempunyai wudlu ? Jawaban : Hukumnya di tafsil: Dan bila disentuh tidak membatalkan wudlu. Referensi : فتح الجواد (ج1ص58) قوله فى الفرج ليشمل لوقور الفرج وصار بعد التقوير يسمى فرجا وهو قياس النقض بمسه اهـ إعانة…
-
DILEMA TANGAN PALSU
Deskripsi Masalah Telah kita maklumi bahwa anggota badan pasangan (palsu) bila sudah iltiham (mendaging) wajib di basuh/di usap ketika wudlu atau mandi (sebagaimana anggota biasa/asli). Pertanyaan: Bagaimanakah hukumnya anggota badan palsu tersebut bila belum mendaging, wajib dibasuh atau tidak ?, sementara bila di lepas akan menimbulkan bahaya. Jawaban : Bila di lepas akan menimbulkan bahaya…
-
GIGI PALSU DI SIWAKI
Pertanyaan : Samakah gigi palsu dengan gigi asli dalam hal sunnah di siwaki dan makruh di siwaki bagi orang yang berpuasa (setelah tergelincirnya matahari) ? Jawaban : Hukumnya tidak sama. Referensi : حاشية قليوبي – (ج 1 / ص 56) والمراد هنا استعمالها في الفم , ولذلك عرفوه بأنه استعمال آلة مخصوصة في أجزاء الفم…
-
HUKUM TERASI MENGENAI PAKAIAN
Hukum terasi boleh dimakan akan tetapi hukumnya tetap najis ketika terkena pakaian, karena dalam pembuatannya tidak membuang kotoran dari udang.Akan tetapi kalau dirasa sulit, bisa mengikuti pendapat Imam Ruyyani terkait sucinya kotoran ikan dll. فتح المعين، ١٠٩/١.ونقل في الجواهر عن الاصحاب: لا يجوز أكل سمك ملح ولم ينزع ما في جوفه، أي من المستقذرات.وظاهره: لا…
-
MENSUCIKAN NAJIS DENGAN CARA DIKERINGKAN / DIJEMUR
Ada salah satu pendapat yg lemah (qaul dha’if) dalam mazhab Syafi’i yang menghukumi suci semisal pakaian dengan cara pengeringan dengan matahari atau angin.Maka hukumnya pakaian / benda sudah bisa dianggap suci menurut pendapat ini, jika memang sudah hilang bentuk serta bekas-bekas najisnya, yakni warna, rasa, atau baunya. المجموع شرح المهذب : ٥٩٦/٢ إذا أصاب الارض…