Category: Shalat Berjama’ah

  • DAGING BEKICOT

    Deskripsi masalah: Sate 02 (bekicot) memang sedang marak akhir – akhir ini, sehingga membuat Umar (madzhab syafi’i) ingin menikmatinya setelah tahu tentang halalnya makanan tersebut ketika telah memenuhi persyaratannya, dari madzhab maliki. Sesaat setelah menikmatinya dia mengikuti jama’ah di Masjid sekitar warung tersebut tanpa berkumur dulu. Pertanyaan: Sahkah sholat yang dilaksanakan Umar baik menjadi imam…

  • UCAPAN SOHABAT DZUL YADAIN

    Deskripsi masalah: Kalam ajnabiy baik sedikit atau banyak bisa merusak sholat ketika diucapkan dengan sengaja dan mengetahui bahwa hal tersebut bisa membatalkan sholat. Tapi dalam kondisi yang lain ternyata hal – hal tersebut tidak membatalkan sholat ketika memenuhi persyaratan dan kriteria sebagaimana yang terjadi pada peristiwa shohabat Dzul Yadain yang menurut sebagian ulama’ tidak melebihi…

  • PERAN MAKMUM SAAT IMAM LUPA FATIHAH

    Deskripsi masalah: Suatu hari dalam sholat jama’ah sang imam lupa membaca Fatihah, beliau langsung membaca surat. Salah satu dari makmum punya inisiatif untuk mengingatkannya dengan cara mengeraskan bacaan Fatihahnya sendiri dengan niat dzikir dan akhirnya imam ingat lalu membaca Fatihah. Sementara makmum meneruskan bacaan Fatihahnya, tapi tanpa mengulangi bacaan yang ia keraskan tadi dengan anggapan…

  • MENCARI STANDAR BACAAN معتدلة DALAM SHALAT JAMA’AH

    Deskripsi Masalah: Jama’ah dalam sholat memang suatu kegiatan rutin yang indah dalam Islam. Meski kadang masih ada permasalahan yang perlu untuk di pecahkan dalam Jama’ah, seperti Pak Zaid (50 th) yang bacaan Fatihahnya lambat. Semakin lama semakin lambat bacaanya di banding bacaan Imam. Namun tekadnya untuk berjama’ah tidak pudar sampai sekarang, meski harus merasakan masyaqot…

  • HUKUM NIAT JAMA’ TA’KHIR UNTUK I’ADAH

    Pertanyaan: Seseorang yang sudah menjalankan shalat dengan jama’ taqdim apa boleh niat jama’ ta’khir untuk i’adah ? Jawaban: Boleh, dengan cara menjama’ ta’khir . Referensi: نهاية المحتاج – (ج 6 / ص 431) ( قَوْلُهُ : وَالْمُعَادَةُ يَجُوزُ تَأْخِيرُهَا ) هَذَا يَقْتَضِي أَنَّهُ إذَا صَلَّى الظُّهْرَ فِي وَقْتِهَا وَأَرَادَ إعَادَتَهَا جَازَ تَأْخِيرُهَا إلَى وَقْتِ الْعَصْرِ…