Deskripsi Masalah:
Ada orang melakukan wasiat agar sholat yang ia tanggung tidak diqodloi sebab mengikuti pendapat ulama’ yang menyatakan bahwa ibadah badaniyyah tidak boleh diwakilkan/dilakukan orang lain lalu orang yang diwasiati tetap melaksanakan qodlo’ sebab mengikuti pendapat ulama’ yang menyatakan bahwa ibadah badaniyyah boleh diganti orang lain.
Pertanyaan:
Bolehkah menjalankan sholat qodlo’ tersebut ?
Jawaban:
Boleh jika yang melakukan merupakan kerabatnya mayit atau orang lain yang sudah diizini kerabatnya.
Catatan:
Wasiat diatas tidak sah, karena tidak memenuhi syarat wasiat yaitu tasarruf Maliyah.
Referensi :
تحفة المحتاج في شرح المنهاج – (ج 28 / ص 214)
( وَيُشْتَرَطُ بَيَانُ مَا يُوصَى فِيهِ ) وَكَوْنُهُ تَصَرُّفًا مَالِيًّا مُبَاحًا كَأَوْصَيْتُ إلَيْك فِي قَضَاءِ دُيُونِي أَوْ فِي التَّصَرُّفِ فِي أَمْرِ أَطْفَالِي أَوْ فِي رَدِّ آبِقِي أَوْ وَدَائِعِي أَوْ فِي تَنْفِيذِ وَصَايَايَ إهـ
المجموع – (ج 15 / ص 521)
اخبرنا الربيع بن سليمان قال حدثنا الشافعي إملاء قال: يلحق الميت من فعل غيره وعمله ثلاث: حج يؤدى عنه، ومال يتصدق به عنه أو يقضى، ودعاء.فأما ما سوى ذلك من صلاة أو صيام فهو لفاعله دون الميت إهـ
Leave a Reply