Deskripsi masalah :
Dalam usia lanjut si A sakit keras (marodhulmaut). Di masa muda ia pernah mengamalkan ilmu kejawen (ilmu kejadugan) yang mana sebab ilmu itu ia tidak mati -mati kecuali dengan melanggar pantangannya .dan ia pernah berwasiat kepada ahli warisnya “kalo saya sakit keras dalam usia lanjut ,tolong ambil daun sirih dan jatuhkan tepat diatas ubun-ubun saya “.
Pertanyaan:
- Bagaimana tindakan ahli waris si A ?,Haruskah wasiat tersebut di laksanakan ?
- Seandainya wasiat tersebut di laksanakan atas semua persetujuan ahli waris , bagaiman hukum si pelaku beserta yang menyetujui ?
Jawaban:
- Tidak harus .
Referensi :
حاشية الجمل – (ج 20 / ص 18)
( فَإِنْ لَمْ يَظْهَرْ أَثَرٌ وَمَاتَ حَالًا فَشِبْهُ عَمْدٍ ) ؛ لِأَنَّ مِثْلَهُ لَا يَقْتُلُ غَالِبًا وَإِقْصَارِي عَلَى التَّأَلُّمِ كَافٍ كَمَا صَحَّحَهُ النَّوَوِيُّ فِي شَرْحِ الْوَسِيطِ فَلَا حَاجَةَ لِذِكْرِ التَّوَرُّمِ مَعَهُ كَمَا فَعَلَهُ فِي الْأَصْلِ ( وَلَا أَثَرَ لَهُ ) أَيْ لِغَرْزِهَا ( فِيمَا لَا يُؤْلِمُ كَجِلْدَةِ عَقِبٍ ) فَلَا يَجِبُ بِمَوْتِهِ عِنْدَهُ قَوَدٌ وَلَا غَيْرُهُ لِعِلْمِنَا بِأَنَّهُ لَمْ يَمُتْ بِهِ وَالْمَوْتُ عَقِبَهُ مُوَافَقَةُ قَدَرٍ فَهُوَ كَمَنْ ضُرِبَ بِقَلَمٍ أَوْ أُلْقِيَ عَلَيْهِ خِرْقَةٌ فَمَاتَ ( قَوْلُهُ فَلَا يَجِبُ بِمَوْتِهِ عِنْدَهُ قَوَدٌ وَلَا غَيْرُهُ ) أَيْ مِنْ دِيَةٍ وَكَفَّارَةٍ وَلَكِنَّهُ يُعَزَّرُ لِحُرْمَةِ ذَلِكَ عَلَيْهِ إذْ كُلُّ مَعْصِيَةٍ لَا حَدَّ فِيهَا وَلَا كَفَّارَةَ يَجِبُ فِيهَا التَّعْزِيرُ غَالِبًا كَمَا يَأْتِي ا هـ ع ش
B. Ma’lum dengan jawaban soal a.
Leave a Reply