Category: Istinja’

  • KENCING MENGHADAP QIBLAT

    Ada orang mempunyai dua lubang kencing, yang satu asli dan satu buatan, tapi yang berfungsi justru yang buatan. Mana yang dii’tibar (dianggap) dalam hukum makruh/haramnya ketika dihadapkan qiblat? Jawab: Yang dii’tibar adalah yang berfungsi, kecuali apabila lubang buatan itu terletak di atas pusar sedangkan tidak berfungsinya lubang yang asli bersifat ‘aridli (baru), dalam hal ini…

  • MEMBUKA AUROT DI DEPAN ORANG BANYAK UNTUK ISTINJA’

    Bolehkah kencing dan istinja’ (cebok) dengan membuka aurot di dekat orang lain? Mangingat hal ini termasuk hajat untuk membuka aurot apabila pada saat khawatir terkena najis. Jawab: Tidak boleh (tetap haram). Diperbolehkannya membuka aurot karena ada hajat itu hanya ketika berada di tempat yang sepi (tidak ada orang lain). الفتاوى الكبرى الجزء الاول صـــ 48…

  • MENGGUNAKAN TUTUP DENGAN AIR DI SAAT BUANG HAJAT

    Telah kita ketahui bahwa orang yang buang hajat tidak boleh menghadap ke arah qiblat tanpa penutup, lalu apakah air sudah cukup sebagai tutup dari qiblat? Seperti orang yang buang hajat di dalam air atau dibalik air terjun. Jawab: Air tersebut dapat mencukupi sebagai tutup dari qiblat bagi orang yang buang hajat. حاشية البجيرمي على المنهج…