DILEMA JANJI ORANG TUA

Deskripsi masalah:

Seseorang memiliki 5 orang anak dan memiliki 5 hektar sawah . Kemudian ia berkata pada anak-anaknya :”kamu akan saya belikan sawah masing-masing 1 hektar”. Lantas dari hasilnya ia membeli 1 hektar sawah setiap tahunya. Pada tahun pertama dia membeli untuk +anak yang pertama . Pada tahun yang ke dua dia juga membeli sawah untuk anak yang ke dua dan seterusnya . Namun hingga pada gilirannya anak yang terakhir atau ke 5 dia meninggal . Jadi dia belum sempat memberikan untuk anak tersebut , akhirnya anak tadi minta untuk di beri tanah 1 hektar seperti saudaranya sebelum sawah 5 hektar tersebut di bagikan .

Pertanyaan:

  1. Termasuk akad apakah hal tersebut di atas ?
  2. Apakah harus di turuti permohonan anak tersebut ?
  3. Apakah harus menunggu 1 tahun untuk di belikan lagi dari hasilnya atau langsung di ambilkan dari 5 hektar sawah tadi ?

Jawaban:

  1. Bukan termasuk akad apa-apa, namun termasuk sighot janji ( صيغة الوعد  )

Referensi :

فتح المعين – (ج 3 / ص 79)

 ولو قال أوءدي المال أو أحضر الشخص فهو وعد بالتزام كما هو صريح الصيغة ( قوله ولو قال أؤدي الخ ) أي لو أتى بصيغة لا تشعر بالتزام لا ينعقد الضمان ( قوله فهو وعد بالتزام ) أي قوله المذكور وعد بالتزام ولا يدل على التزام أي والوعد لا يجب الوفاء به إهـ

B. Tidak harus di turuti .

C. Tidak harus menunggu 1 tahun .

Catatan :

Ta’bir sama dengan ta’bir soal a .


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *