HUKUM MAMASUNG ORANG GILA

Deskripsi Masalah:

Di suatu daerah ada orang gila yang suka mengamuk, karenanya masyarakat atau keluarga si gila memasungnya (di belok), selang beberapa hari si gila merasa sehat dan pulih ingatanya. Namun masyarakat atau keluarganya tidak mempercayainya sehingga ia tetap di pasung.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana hukum memasung orang gila ? Serta bagaimana pula jika pemasungan itu lantaran ketidak percayaan masyarakat/keluarga si gila atas pengkuanya bahwa ia telah sadar ?
  2. Bagaimana cara ia mengerjakan sholat karena ia merasa sudah pulih kesadaranya ?

Jawaban:

A. Ditafsil:

  • Boleh, bila yang di rusak berupa harta atau ikhtisos (misal kulit bangkai).
  • Wajib, bila yang dirusak badan atau anggotanya, atau manfa’at anggota atau fagina.

Catatan:

Pemasungan yang didasari ketidak percayaan, tetap boleh selama ada dugaan kuat bahwa si gila akan mengamuk.

Referensi :

نهاية الزين – (ج 1 / ص 357)

 والحاصل أنه إذا صال شخص ولو غير عاقل كمجنون وبهيمة أو غير مسلم أو غير معصوم ولو آدمية حاملا على شيء معصوم له أو لغيره نفسا أو عضوا أو منفعة أو بضعا أو مالا وإن قل أو اختصاصا كذلك فله دفعه جوازا في المال والاختصاص ووجوبا في غيرهما اهـ

حاشيتا قليوبي وعميرة – (ج 15 / ص 305)

( وَلَا يَجِبُ الدَّفْعُ عَنْ مَالٍ ) لَا رُوحَ فِيهِ ( وَيَجِبُ عَنْ بُضْعٍ ) قَالَ الْبَغَوِيّ : بِشَرْطِ أَنْ لَا يَخَافَ عَلَى نَفْسِهِ ، ( وَكَذَا نَفْسٌ قَصَدَهَا كَافِرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ ) أَيْ يَجِبُ الدَّفْعُ عَنْهَا ( لَا مُسْلِمٌ فِي الْأَظْهَرِ ) فَيَجُوزُ الِاسْتِسْلَامُ لَهُ وَالثَّانِي يَجِبُ دَفْعُهُ اهـ

B. sebisanya, dan dia wajib I’adatus sholat setelah dilepas.

Referensi :

إعانة الطالبين – (ج 1 / ص 123)

( قوله إلا في حق العاجز عنه إلخ ) استثناء من اشتراط الاستقبال والعجز عنه يكون بمرض أو ربط على خشبة فيصلي المريض أو المربوط ويعيد لندرة عذره اهـ


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *