Deskripsi Masalah :

Tanah berkah, itulah sebutan desa Sugih Waras, bagaimana tidak? Di musim kemarau tanah desa tersebut tak pernah kekeringan. Setiap kali musim hujan, tanah akan mengeluarkan air yang melimpah, hanya satu meter dari permukaan tanah. Namun muncul sebuah polemik, ketika ada seorang warga setempat meninggal dunia dan keluarganya bersikeras untuk menguburkan jenazahnya di desa tersebut tanpa menggunakan peti. Mengingat tanah selalu mengeluarkan air maka masyarakat setempat berinisiatif menyedot air tersebut. Lalu mayat tanpa peti segera dimasukkan di liang kubur sebelum air kembali memenuhi liang kubur tersebut.

Pertimbangan :

Jarak antara kuburan daerah tersebut dengan daerah lain terlampau jauh

Pertanyaan :

Bagaimana hukum menguburkan mayit tanpa peti didaerah tersebut?

Jawaban:

 Tidak Di Perbolehkan,

Referensi :

فتح المعين هامش اعانة الطالبين – (ج 2 / ص 133)

وكره صندوق  إلا لنحو نداوة فيجب

تحفة المحتاج في شرح المنهاج  – (ج3 / ص 213)

( وَيُكْرَهُ دَفْنُهُ فِي تَابُوتٍ إجْمَاعًا لِأَنَّهُ بِدْعَةٌ ( إلَّا ) لِعُذْرٍ كَكَوْنِ الدَّفْنِ ( فِي أَرْضٍ نَدِيَةٍ ) بِتَخْفِيفِ التَّحْتِيَّةِ ( أَوْ رِخْوَةٍ بِكَسْرِ أَوَّلِهِ وَفَتْحِهِ أَوْ بِهَا سِبَاعٌ تَحْفِرُ أَرْضَهَا وَإِنْ أُحْكِمَتْ أَوْ تَهَرَّى بِحَيْثُ لَا يَضْبِطُهُ إلَّا التَّابُوتُ أَوْ كَانَ امْرَأَةً لَا مَحْرَمَ لَهَا فَلَا يُكْرَهُ لِلْمَصْلَحَةِ بَلْ لَا يَبْعُدُ وُجُوبُهُ فِي مَسْأَلَةِ السِّبَاعِ إنْ غَلَبَ وُجُودُهَا وَمَسْأَلَةِ التَّهَرِّي ، وَتَنْفُذُ وَصِيَّتُهُ مِنْ الثُّلُثِ بِمَا نُدِبَ فَإِنْ لَمْ يُوصِ فَمِنْ رَأْسِ الْمَالِ إنْ رَضُوا وَلَا تَنْفُذُ بِمَا كُرِهَ.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *