Selama ini banyak sekali dalam pembagian harta warisan mayit dilaksanakan tidak berdasarkan ilmu faroidl. Kebanyakan hanya saling menerima bagian yang telah disepakati ahli waris.
Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya membagi tirkah yang hanya dengan saling ridlo tersebut?
Jawab:
Boleh dengan syarat:
- Masing-masing telah mengetahui bagiannya.
- Ahli waris tidak ada yang mahjur alaih (orang gila, anak kecil dan sebagainya) atau ada tetapi sudah menerima bagian sesuai dengan ketentuan dalam ilmu faroidl.
- Tirkahnya bukan merupakan harta ribawi (emas, perak, makanan) atau berupa harta ribawi namun dibagi secara Ifroz.
بغية المسترشدين صــ 282
وإن وقعت بتراضيهم ولم يكن فيهما محجور مع علمهما بالحكم لكن اختارا خلافه صحت فى غير الربوى مطلقا وفيه إن كانت القسمة إفرازا لأن الربا إنما يتصور جريانه فى العقود دون غيرها كما فى التحفة وإن كان ثم محجور فإن حصل له جميع حقه صحت وإلا فلا
حواشي الشرواني الجزء العاشر صــ 208
قول المتن: (اشترط الرضا الخ) وظاهر إنه لا بد أن يعلم كل منهما ما صار إليه قبل رضاه عناني اه بجيرمي
Leave a Reply