Category: Tholaq, ‘Iddah, dan Rujuk
-
DALAM MASA ‘IDDAH
Bolehkah wanita yang sedang menjalani masa ‘iddah keluar dari rumahnya untuk berta’ziah pada orang tua atau anaknya yang meninggal dunia? Jawab: Tidak boleh. بجيرمى على الخطيب الجزء الرابع صــ 52 (تنبيه) اقتصر المصنف على الحاجة إعلاما بجوازه للضرورة من باب اولى كأن خافت على نفسها تلفا اوفاحشة اوخافت على مالها اوولدها من هدم اوغرق فيجوز…
-
UCAPAN THOLAQ SAAT BERMAIN SANDIWARA
Seorang yang bersandiwara mengatakan “istriku saya tholaq”, akan tetapi yang dimaksud adalah istri yang menjadi lakon dalam sandiwara tersebut. Apakah perkataan orang tersebut dapat menimbulkan jatuhnya tholaq terhadap istri yang sebenarnya? Jawab: Tidak dapat, sebab ucapan tersebut termasuk menceritakan perkataan orang lain. هامش إعانة الطالبين الجزء الرابع صــ 5 ولااثر لحكاية طلاق الغير وتصوير الفقيه…
-
UCAPAN “KAMU HARAM BAGIKU”
Ucapan انتِ عليّ حرام (kamu haram bagiku) jika diniati untuk menjatuhkan tholaq tiga apakah jatuh tiga? atau hanya satu? Jawab: Jatuh tholaq tiga. تحفة المحتاج الجزء الثامن صـــ 17 (فإن قال لزوجته انت) اونحو يدك (علىّ حرام اوحرمتك) اوكالخمر او الميتة اوالخنزير (ونوى طلاقا) وان تعدد (اوظهارا حصل) مانواه لاقتضاء كل منهما التحريم اهـ
-
ANAK DARI ISTRI YANG SELINGKUH
Ada seorang istri setelah disetubuhi suaminya, setelah itu sang istri dizinai orang lain, yang kemudian melahirkan anak. Kepada siapa anak tersebut kenasab? Jawab: Anak tersebut kenasab kepada suaminya sendiri, kecuali kalau suaminya tidak mengakui anak tersebut dengan cara li’an. بغية المسترشدين صــ 236 فالحاصل ان المولود على فراش الزوج لاحق به مطلقا ان امكن كونه…
-
IDDAH BAGI WATHI SYUBHAT
Persetubuhan secara syubhat yang memakai kondom, apakah masih mewajibkan ‘iddah, padahal sudah jelas bahwa sperma tidak masuk ke rahim ? Jawab: Mewajibkan ‘‘iddah, karena wajibnya ‘iddah disebabkan masuknya dzakar/penisnya pria kedalam vagina, sedangkan tujuan ‘iddah disamping membersihkan rahim juga untuk mengabdi dan taat kepada syari’at Allah SWT (Ta’abbudi), dan dalam hal ini yang lebih dominan…