Author: chakmahmood

  • WAS-WAS DENGAN MENGGERAK-GERAKKAN KEPALA

    Apakah sah sholat seseorang yang menggerakkan kepalanya tanpa sadar (tanpa kesengajaan) saat dia membaca surat fatihah? Jawab: Sholatnya sah. فتح العين صــ 28 وَيُؤْخَذُ أَنَّ مَنْ أُبْتُلِيَ بِحَرَكَةٍ اضْطِرَارِيَّةٍ يَنْشَأُ عَنْهَا أَعْمَالٌ كَثِيْرَةٌ سُمِحَ فِيْهِ

  • MENGGANTI SATU HURUF DALAM BACAAN AL-FATIHAH

    Apakah batal bacaan fatihah seseorang yang menggantikan satu huruf dengan huruf yang lain semisal huruf ‘Ain diganti dengan hamzah? Jawab: Membatalkan bacaan fatihah apabila penggantian tersebut terdapat di selain qiro’ah syaddzah (aturan membaca al Qur’an yang keluar jalur), walaupun tidak mengubah ma’na atau dalam qiro’ah syaddzah tapi mengubah ma’na. بغية المسترشدين صــ  41 تَبْطُلُ الْفَاتِحَةُ…

  • MENUNDUKKAN KEPALA SAAT TAKBIROTUL IHROM

    Apakah sah sholat seseorang yang mengangkat kedua tangan ketika Takbirotul Ihrom, kemudian menundukkan kepala saat menurunkan kedua tangan? Jawab: Menurut Imam Ibnu Hajar hal ini dianggap membatalkan sholat karena terhitung melakukan tiga gerakan secara berturut-turut. Namun, Imam Romli berpendapat bahwa hal ini tidak membatalkan sholat karena gerakan-gerakan yang dianjurkan dalam sholat (seperti mengangkat kedua tangan…

  • SHOLAT ADA’ DENGAN NIAT QODLO’

    Bagaimana hukum sholat ada’ dengan niat qodlo’ atau sebaliknya? Jawab: Boleh, apabila orang tersebut mengira bahwa waktu sholat telah lewat, atau masih dalam waktu sholat tetapi lafadz qodlo’ tersebut dikehendaki ma’na lughowi (bahasa) bukan ma’na syara’. Catatan: ma’na lughowi lafadz qhodlo’ adalah melak-sanakan dan ma’na syara’nya adalah sholat diluar waktu. الباجوري الجزءالاول صـــ 145    وَيَصِحُّ…

  • SHOLATNYA ORANG TERKENA NAJIS YANG SULIT DIHILANGKAN

    Wajibkah melaksanakan sholat bagi seorang yang terkena najis yang dzatnya tidak bisa dihilangkan? Jawab: Wajib sholat, dikarenakan menghormati waktu,  akan tetapi wajib mengulangi ketika najis itu sudah hilang. كـفاية الأخيار الجزء الأول صــ 86 لأَنَّ فَاقِدَ الطَّهُوْرَيْنِ يَجِبُ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى حَسْبِ حَالِهِ وَيَجِبُ اْلإِعَادَةُ وَتُوْصَفُ صَلاَتُهُ بِالصِّحَةِ عَلَى الصَّحِيْحِ أهـ