Orang yang sedang sholat ketika meletakkan dahi pada tempat sujud kemudian mengangkatnya kembali dan memindah-kannya ke tempat yang lain karena sakit atau ada kotoran, apakah sah sholatnya?
Jawab:
Apabila pemindahan dahi tersebut setelah sempurnanya sujud (tuma’ninah) maka sholatnya batal. Dan bila belum sempurna maka tidak batal.
البجيرمى على الإقناع الجزء الثانى صــ 31
لَوْ سَجَدَ عَلَى شَيْءٍ خَشِنٍ يُؤْذِي جَبْهَتَهُ مَثَلًا فَإِنْ زَحْزَحَ جَبْهَتَهُ عَنْهُ مِنْ غَيْرِ رَفْعٍ لَمْ يَضُرَّ ، وَكَذَا إنْ رَفَعَهَا قَلِيلًا ثُمَّ عَادَ وَلَمْ يَكُنْ اطْمَأَنَّ وَإِلَّا كَأَنْ رَفَعَهَا قَلِيلًا بَعْدَ الطُّمَأْنِينَةِ ثُمَّ عَادَ بَطَلَتْ ، وَكَذَا لَوْ سَجَدَ عَلَى نَحْوِ يَدِهِ .
Leave a Reply