Istri yang masih dalam iddah roj’iyyah (karena tertholaq satu atau dua) dari suaminya dan disetubuhi pria lain dengan cara syubhat. Bagaimana penghitungan iddah persetubuhan (wathi syubhat) tersebut, apakah dari ruju’nya suami atau setelah habis masa iddah dari suaminya?
Jawab:
Iddahnya dimulai dari ruju’nya suami apabila wanita tersebut tidak hamil, jika dia hamil maka dihitung dari setelah melahirkan.
Catatan:
Yang dimaksud persetubuhan secara syubhat yaitu persetubuhan dengan pria lain yang bukan termasuk zina dikarenakan wanita itu disangka istrinya (karena malam yang gelap misalnya) atau karena aqad nikahnya batal, namun disangka sah (karena semisal tidak mengetahui hal yang membatalkannya). Selanjutnya setelah terjadi persetubuhan yang demikian mewajibkan si wanita untuk menjalani iddah.
فتح الوهاب الجزء الثانى صــ 106
فان رجع فيها ولا حمل انقطعت وشرعت فى الاخرى اى فى عدة وطء شبهة بان تستأنفها ان سبق الطلاق وطء الشبهة وتتمها ان انعكس ذلك ولا يتمتع بها حتى تقضيها رعاية للعدة فان كان ثم حمل منه انقطعت العدة ايضا واعتدت للشبهة بعد الوضع والنفاس وله التمتع بها الى مضيها لانها زوجة ليست فى عدة اهـ
Leave a Reply